Belajar Berdagang

Seorang anak TK memiliki hobi melukis, lukisannya itu disukai oleh teman-temannya dan banyak diantara mereka yang meminta hasil karya itu, lalu terfikir oleh si anak itu untuk menjual lukisannya. ternyata teman-temannya  tidak keberatan menyisihkan uang jajan untuk membelinya.
betapa senangnya si anak itu mendapatkan uang hasil penjualan karyanya, ia makin semangat menggambar, uang hasil penjualan gambarnya ia belikan lagi kertas dan pensil warna.
tetapi beberapa hari kemudian, ia kaget dipanggil oleh ibunya dengan suara yang keras, sang ibu mendengar kabar bahwa anaknya menjual gambarnya pada teman-temannya. si ibu merasa malu karena khawatir orang lain beranggapan bahwa anaknya tidak diberi uang jajan, sehingga terpaksa menjual lukisannya.
si anak merasa sedih mendengar apa yang disampaikan ibunya, hal yang paling mengecewakan dan membuatnya marah katika ia disuruh mengembalikan semua uang yang telah ia terima dari teman-temannya, betapa ia malu harus mendatangi satu demi satu temannya dan mengembalikan uang yang telah ia terima.
kisah tersebut dicertakan oleh seorang ayah yang telah memiliki dua orang anak dan merasa selalu kesulitan dalam hal keuangan. ia merasa tak bisa dan tak berbakat dalam berbisnis atau wirausaha. ketika ia mengingat pengalaman masa kecilnya, ia langsung mengambil kesimpulan "mungkin pengalaman dimarahi ibu saat menjual gambar itulah yang membuat saya trauma bergelut di dunia wirausaha".
kisah diawal mengingatkan kita pada kecendrungan masyarakat indonesia yang umumnya tidak mendukung anak-anaknya berprofesi menjadi pengusaha, saat ini indonesia hanya  memilki 1,56% wirausaha dari total penduduknya, sedangkan amerika sekitar 12%, jepang 10%, dan singapure 7%.
diakui bahwa sitem pendidikan di indonesia pun kurang menanamkan kesadaran berwirausaha, akibatnya, para lulusan negeri ini di anggap pandai membuat perencanaan namun sulit mengimplementasikannya di dunia nyata.
jika kita tengok sirah Rasulullah SAW, beliau sudah menjadi pengembala sejak usia 8 tahun, dan sudah ikut berdagang pada usia 12 tahun, di usia 17 tahun, beliau sudah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan keluar negeri, dalam buku Muhammad A Trader, Alzalurrahman menyebutkan, prestasi rasulullah dalam dunia bisnin sangat luar biasa. ekspedisi perdagangannya telah mengarungi 17 negara, sehingga dikenal luas khususnya di yaman, syiria, yordania dan iraq.
meneliti kisah hidup rasulullah sang teladan, sudah sepantasnya orang tua, memberikan dukungan bagi anak-anaknya untuk berwirausaha, sejak anak pra-sekolah biarkan anak-anak bermain peran sebagai pedagang, sekolah yang mengerti pentingnya menumbuhkan jiwa berniaga bisa menyelenggarakan semacam market day, di mana anak-anak boleh berjualan, orang tua dan teman-temannya bisa membeli karya mereka baik berupa makanan maupun kerajinan.dengan dukungan dirumah dan disekolah semangat anak-anak untuk mandiri dan berlatih wirausaha akan terbangun.
"sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang lelaki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur"(HR.Ahmad, Al-Bazzar, dari Ibnu 'Umar).sumber(suara Hidayatullah)


EmoticonEmoticon