Kumpulan Kata-Kata Inspirasi

# hidup ini hanya sekali
   yang terjadi hari ini akan menjadi memori di esok hari
   nikmati setiap harimu....
  jangan bimbang, resah dan ragu.....

# kebahagian adalah keharmonisan dari apa yang kamu pikirkan, apa yang kamu katakan dan apa yang kamu kerjakan.

# Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan satu negara yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa, harta benda dari rakyat dan bangsanya takkan dapat dilenyapkan oleh manusia atau siapapun juga.

# orang yang benar-benar bahagialah adalah orang yang mau berbagi kebahagian dengan orang lain.

# Kemarahan yang tidak terkendali Sesungguhnya adalah emosi yang membutakan mata hati. tidak peduli apapun akibat dan resikonya, penyesalan selalu di belakang menyertainya.

# energi positif atau negatif bisa ditukar seperti perdagangan yang adil, semakin banyak yang kamu berikan, maka semakin banyak pula yang kamu terima.

# pengalaman bukanlah apa yang terjadi padamu, tapi apa yang kamu lakukan pada kejadian yang menimpamu.

# Persahabatan bukanlah pelajaran yang kamu dapatkan di sekolah, namun jika tidak mempelajari arti persahabatan kamu pasti tidak akan mampu mempelajari sesuatu.

# Sukses adalah hasil eksekusi terampil dari perancanaan yang baik, bukan hasil nasib  baik atau keberuntungan.

#Optimisme adalah Keberanian moral Sesungguhnya.

# Bila ada orang lain berbuat salah pada kita, tuliskan kesalahannya di atas pasir, bahkan di udara, dengan begitu kesalahan tersebut akan segera berlalu dengan tiupan angin dehingga kita tidak perlu kehilangan kesempatan untuk bahagia.

# kunci perubahan adalah melepaskan diri dari ketakutan.

Perubahan Itu Perlu...!!!

salam sejahtera teman-teman animania, setiap insan yang hidup pasti mempunyai cita-cita, angan-angan, tujuan dalam hidupnya, sehingga seringkali setiap insan itu salah mengambil langkah untuk mencapai tujuannya. bahkan banyak diantara manusia mengambil jalan pintas untuk mencapai tujuannya, tapi ketahuilah wahai para sahabat animania, didunia ini memang ada yang namanya mie instan, kopi instans, dan lain sebagainya, tetapi tidak ada yang namanya sukses instan, karena sukses itu akan dicapai apabila seseoramg telah melewati rintangan yang ada didepannya, lalu bagaimana cara kita untuk mencapai cita-cita, tujuan dan angan-angan kita ?, caranya bagaimana...kita harus berubah, berubah kearah yang lebih baik tentunya.
berikut ini ada beberapa tips supaya kita bisa menuju ke kehidupan yang lebih baik :
1. keinginan untuk berubah.
nah... keinginan untuk berubah bisa juga kita artikan sebagai niat, sesorang yang ingin tujuannya tercapai haruslah mempunyai niat yang kuat di dalam hatinya, karena kenapa ? karena niat adalah dasar bagi setiap insan untuk melakukan aktifitas. orang yang tidak memiliki niat didalam hatinya ibaratkan orang yang berlayar ditengah laut lepas, yang tidak tahu arah yang harus dituju. nah..setelah para sahabat semua sudah mempunyai niat, maka selanjutnya adalah...
2. Usaha
Samuel Smiles pernah menyatakan sebuah gagasan yang berbunyi :
"tanamlah gagasan, petiklah tindakan, tanamlah gagasan, petiklah kebiasaan, tanamlah kebiasaan petiklah watak, tanamlah watak petiklah nasib", dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sebuah keyakinan, suatu gagasan atau niat yang kuat tanpa di barengi dengan usaha yang kuat pula maka semua itu menjadi sia-sia.
Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya sebagai berikut :
"sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada mereka sendiri"(QS.Ar-Rabb:11).
wahai sahabat animania, kita memang tidak bisa mengubah siapa kita, tapi kita bisa merubah jalan hidup kita, kita ingin hidup bahagia atau menderita, kaya-miskin, pintar-bodoh, itu semua kita yang memilihnya hendak kemana kita nantinya, tentunya semua itu dapat kita capai dengan usaha.
3. komitmen.
sahabat animania, komitmen sangat dibutuhkan dalam usaha pencapaian tujuan, apabila dalam usaha seorang mempunyai komitmen yang lemah maka sudah dipastikan ia akan gagal ditengah jalan, dan orang yang mempunyai komitmen yang besa, ia akan terus berjuang meskipun harus mempertaruhkan jiwa dan raga, karena orang yang komit mempunyai peluang yang lebih besar dalam mencapai tujuan hidupnya. 

sahabat animania itulah beberapa tips yang bisa membawa kita kepada perubahan yang lebih baik.  semgoga bermanfaat buat kita untuk mendapatkan hidup yang lebih cemerlang.
wallahu'alambishawab

Suami-Istri Berteman Baik, Resep Pernikahan Bahagia.

            Salah satu kunci kehidupan pernikahan yang  bahagia adalah memiliki pasangan suami/istri yang merupakan teman baik, begitu menurut hasil riset terbaru yang dirilis National Bureau of Economic Research.
Hasil sebelumnya mendapati bahwa orang yang menikah itu lebih sehat, lebih sosial dan secara keseluruhan lebih bahagia, namun apa penyebab semua itu ?. apakah dengan menikah saja otomatis orang akan bahgia atau ada factor lainnya.
Laporan yang ditulis Shawn Grover dan John F Helliwell dan dirilis desember 2014 menyebutkan, hubungan baik antara suami dan istri dalam perkawinan menjadi salah satu factor pembawa kebahagiaan dalam pernikahan, dalam hal ini pertemanan.

Dalam hubungan pertemanan yang terjalin dengan baik, setiap pasangan dapat saling memberi dukungan unik dengan kelebihan yang dimilikinya. Baik berupa pengalaman hidup, kematangan usia, kepribadian yang positif dan sebagainya, seseorang yang memiliki pengalaman hidup sulit akan terhibur dengan pasangan yang memiliki kepribadian yang romantis.wallahu’alambissawaf sumber: suara Hidayatullah

Kisah anak Kecil dan Pohon Apel

Alkisah ada sebuah pohon apel, yang sangat mencintai seorang bocah laki – laki, setiap hari sang bocah berlarian mendatangi pohon tersebut. Dia merangkai daunnya dan menjadikannya sebagai mahkota.
Terkadang bocah ini memanjat atau bermain ayunan diantara dahan – dahan pohon, saat lapar dia juga memetik buah apel dan memakannya, setelah letih bermain,si bocah pun tertidur diketeduhan bayangan pohon apel, sibocah sangat mencintai pohon apel, pohon apel pun demikian pula.
Waktu cepat berlalu, si bocah pun tumbuh menjadi dewasa, pohon merasa kesepian tanpa keriangan si bocah, suatu hari, si bocah yang telah dewasa datang kembali di bawah pohon.
“hai anak muda, silahkan naik kebadanku seperti dulu, “ kata pohon dengan riang, “makanlah buahku, ayo kita bermain lagi”. Lanjutnya ..
Si bocah menjawab, “ aku bukan anak kecil lagi, aku tidak akan memanjat pohon dan bermain seperti dulu, pohon, aku ingin membeli mainan, aku perlu uang, pohon, bisakah kau memberi ku uang ?”
“ maaf “, kata pohon, “ aku tidak punya uang nak, tapi, ambillah buah apel dan daunku, juallah kepasar, maka kau akan mendapatkan uang, bergembiralah.”
Si bocah bersemangat dan segera memanjat dan memetik apel – apel yang ada dipohon, lalu membawanya pergi.
Lama sekali setelah itu, si bocah tidak datang lagi, pohon merasa sedih dan sepi, hingga suatu hari, si bocah datang kembali, pohon merasa sangat gembira dan bergetar.
“ayo nak, naiklah kebadanku, bermainlah seperti dulu.” Kata si pohon.
“ aku sangat sibuk, tak sempat lagi untuk bermain memanjat pohon,” kata sibocah.
“aku ingin sebuah rumah untuk menghangatkan diri, bisakah kamu memberi ?” tanya si bocah berharap.
Pohon pun menjawab,”aku tidak punya rumah, hutan adalahrumahku, tapi, kamu bisa menebang dan memotong dahan – dahan ku untuk membuat rumah.”
Kemudian, si bocah segera menebang dahan di pohon dan membawanya pergi. Namun lama setelah itu, si bocah tidak datang lagi.
Saat si bocah datang lagi, karena gembiranya pohon tidak mampu berkata banyak, “ayo nak bermainlah.”
“aku sudah tua,” bocah yang sudah berumur itu melanjutkan, “aku ingin sebuah perahu, yang bisa membawaku pergi, bisakah kau memberikan sebuah perahu ?” kata si bocah.
“tebanglah aku dan buatlah perahu, pergilah berlayar dengan gembira,” kata si pohon.
Si bocah tua pun menebang kayu dan membawanya pergi, setelah sekian lama si bocah datang kembali.
Pohon berkata “ maaf nak, tidak ada apa – apa pun yang bisa aku berikan lagi kepada mu,”.
Si bocah tua menjawab,” aku pun sudah tua, yang aku butuhkan tidak banyak lagi, aku hanya ingin tempat untuk beristirahat karena aku sangat letih,”
“tepat sekali, aku sisa pohon yang sudah tua, sangat tepat untuk kamu gunakan untuk duduk, mari nak beristiratlah di badan ku,” kata si pohon.

Sibocah tua pun dengan badan terbungkuk meletakkan diri di atas pohon untuk beristirahat.

Dongeng Semut dan Belalang Pemalas



Di sebuah tepi hutan yang lebat, tinggalah sekelompok koloni semut. Mereka bekerja keras siang dan malam dengan rajin dan tanpa kenal lelah. Saling menolong dan bergantian satu sama lain, itu semua mereka lakukan demi kesejahteraan kelompok mereka. Di tepi hutan itu juga tingal berbagai serangga lainya. Mereka juga bekerja dengan giat sebagai mana pekerjaan masing-masing.

Ada si Ring-ring laba-laba yang berfrovesi sebagai penenun. Dia menenun berbagai kain sutera yang indah dengan jaringnya untuk di jual dan dapat di gunakan sebagai mantel oleh paraserangga lain. Lalu ada si Mada si kaki seribu, dia bekerja mengantar para serangga ke tempat tujuan mereka dengan cepat.
Lalu ada juga Lola si lalat, dia bekerja sebagai tukang sampah, membersihkan sampah-sampah agar kawasan itu tetap bersih. Dan masih banyak lagi serangga-serangga lain dengan pekerjaan yang beragam. Tapi ada satu serangga yang sangat malas. Dia adalah si Kiko belalang. Dia memiliki ke inginan dan cita-cita yang tinggi. Tapi dia hanya suka berhayal dan bermimpi tanpa mau bekerja keras.

Dia sangat yakin akan kemampuanya, dan yakin akan berhasil. Sehingga pekerjaanya sehari-hari hanya berhayal dan mencoba menulis lirik-lirik lagu dan music dengan biolanya. Tentu saja karena dia bercita-cita menjadi seekor belalang pemusik yang terkenal. Tapi terkadang, keyakinan yang dia miliki tak di imbangi dengan bakat yang cukup dan tak mau menerima masukan dari orang lain. Dia merasa tak ada orang lain yang lebih tau akan music atau masa depanya, sehingga dia tak pernah mau menerima nasehat dari orang lain.

Waktupun terus berlalu dan musim terus berganti. Tak terasa musim gugur telah hampir usai dan mendekati musim dingin. Para semut dan binatang lain tengah giat bekerja keras untuk menyiapkan makanan sebagai persiapan di musim dingin. Tak terkecuali para semut. Para semut memang terkenal serangga yang paling rajin. Meski pekerjaan mereka hanya sebagai pengangkut barang, mereka sangat giat bekerja dan selalu saling tolong menolong. Sedangkan si Kiko belalang masih saja asik dengan biolanya tanpa satu lagupun yang dapat dia ciptakan.
“Hai Kiko belalang, apakah kau tidak bekerja untuk persiapan di musim dingin?’. Tanya seekor semut pada suatu hari.
“Apa yang kau tahu? Kau itu tak sepintar aku. Aku ini adalah serangga yang memiliki bakat dan di takdirkan sebagai musisi besar. Tak seperti semut seperti mu yang di takdirkan sebagai kuli dan orang kecil. Dasar tak berguna.. hahaha”. Kata Kiko belalang dengan sombongnya.
“Tapi tanpa persiapan, kau akan kesulitan menghadapi musim dingin. Musim dingin sebentar lagi datang. Jika kau kurang persiapan, kau bisa kelaparan dfan bias mati. Aku hanya mencoba untuk menasehati mu kawan”. Kata semut itu dengan sabar.
“Jangan kau panggil aku dengan sebutan kawan, karena aku tak sudi berkawan dengan kasta rendah seperti mu. Dan calon orang besar seperti ku, juga tak butuh nasehat dari semut seperti mu. Sekarang pergi kau..!! Kau mengganggu konsentrasi ku dalam menciptakan lagu”. Dengan nada kasar si Kiko belalang mengusir semut yang baik hati itu.
Semut itupun kemudian meninggalkan si Kiko belalang dengan hati yang sangat kecewa. Nasehat baiknya sama sekali tak di anggap. Malah di caci dan di hina dengan semena-mena. Hingga semut itupun merasa sakit hati.

Ahirnya musim dingin tiba. Para serangga dan hewan-hewan lain tengah berhenti dari pekerjaanya dan tinggal di rumah mereka dengan nyaman. Dengan perbekalan yang cukup, mereka tak hawatir lagi dalam melalui musim dingin yang cukup panjang. Tapi nasib sebaliknya di alami oleh si belalang. Dia kelaparan dan mengemis makanan dari satu tempat ke tempat lain untuk bertahan hidup. Dia juga tak memiliki tempat tinggal sehingga dia harus tidur di sembarang tempat dan melawan hawa dingin yang menusuk tulang.

Hingga pada suatu hari, sampailah dia di rumah si semut yang dulu dia hina dan dia ejek.
“Hai semut sahabat ku, aku kelaparan. Maukah kau berbagi sedikit makanan untuk ku?”. Kata si belalang memelas.
“Ma’af, aku tak punya sahabat seorang pengemis seperti mu. Makanan ku hanya cukup untuk keluarga ku sendiri. Memang makanan mu di mana kok sampai kau mengemis?”. Tanya si semut. Sebenarnya dia mengenali belalang itu. Tapi karena rasa sakit hatinya, dia acuh dan pura-pura tak mengenalnya.
“Ma’af sahabat ku.. selama musim dingin dan musim gugur, aku sibuk menulis lagu. Sehingga aku tak sempat mencari bekal makanan”. Jawab si Kiko belalang.
“Apa kau sudah bias menulis lagu mu?”. Tanya si semut lagi.
“Aku sudah menghasilkan sebuah lagu..”. jawab si belalang dengan tersenyum dan sedikit bangga.
“Nah, kalau begitu.. waktunya sekarang kamu memainkan lagu ciptaan mu dan menari-nari dengan riang. Semoga saja lagu itu bisa membuat mu kenyang”. Kata si semut sambil menutup pintu rumahnya.
Si Kiko belalang hanya dapat berdiri tertegun di depan pintu. Dia menyesal dengan segala perbuatan dan sifat buruknya di masa lalu. Dia sangat menyesal dulu dia sangat angkuh, sombong, dan suka merendahkan orang lain. Kini giliran baginya untuk di rendahkan oleh orang yang dulu pernah dia hina. Tapi dia sadar, penyesalan kemudian tiada berguna. Dan mulai saat itu, si Kiko belalang belajar banyak hal. Dan dia berjanji akan berusaha menjadi lebih baik dan memperbaiki sifat-sifat buruknya.


TAMAT..


strategi Pelaksanaan MBS

Manajemem Berbasis Sekolah adalah istilah terjemahan dari School-Based Management yang merupakan sebuah kebijakan didalam dunia pendidikan dengan memberikan kewenangan penuh kepada sekolah untuk mengelola sumber daya yang tersedia.
Tujuan utama dibentuknya Manajemen Berbasis Sekolah adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
A.    Strategi Pelaksanaan MBS
Dalam mengimplementasikan desentralisasi pendidikan ini diperlukan strategi-strategi tertentu, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Membuat Kurikulum yang Pro Kepada Siswa
Kurikulum layaknya sebuah momok besar bagi siswa-siswi dinegeri ini, hal ini karena mereka tidak merasakan kesesuaian dengan kurikulum yang ada saat ini. Walaupun kurikum seringkali berubah (diganti) akan tetapi rasanya masih selalu kurang sesuai. Sudah seharusnya pihak yang berwenang merubah kurikulum yang disesuaikan dengan minat dan bakat para peserta didik.
2.      Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Menyenangkan
Untuk sebagian peserta didik, sekolah merupakan tempat yang tidak menyenangkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut diharapkan sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar disekolah yang menyenangkan. Disinilah peran penting para pendidik yang seharusnya bisa memahami karakteristik para peserta didiknya sehingga suasana dikelas menjadi lebih nyaman.
3.      Meningkatkan Mutu Para Pendidik.
Program Manajemen Berbasis Sekolah akan berjalan baik dengan peran aktif dari para pendidik yang bermutu. Para pendidik yang bermutu diharapkan bisa bisa memanage sumber daya yang tersedia disekolahnya seoptimal mungkin. Upaya yang umumnya dilakukan pemerintah (Depdikbud) untuk meningkatkan mutu para pendidik adalah dengan mengadakan program pelatihan.
4.      Dukungan Tenaga Kependidikan di Sekolah.
Stakeholder didalam sekolah lainnya yang memiliki peran penting dalam desentralisasi pendidikan adalah tenaga kependidikan di Sekolah. Tenaga kependidikan yang dimaksud adalah anggota masyarakat (selain tenaga pendidik) yang mengabdikan dirinya untuk pendidikan disekolah. Dukungan tenaga kependidkan disekolah sangat penting guna menciptakan kemandirian disekolah.
5.      Keaktifan Peserta Didik.
Keaktifan peserta didik disekolah sangat diperlukan guna menciptakan School-Based Management yang baik. Meskipun peserta didik bukan pengambil kebijakan disekolah, tapi peserta didik bisa memberikan saran dan masukan agar tercipta kemandirian disekolah sehingga sekolah bisa mengalokasikan sumber daya yang tersedia secara optimal.
6.      Peran Aktif Orang Tua Peserta Didik.
Orang tua siswa memiliki peran penting didalam penyelenggaraan program Manajemen Berbasis Sekolah ini. Orang tua peserta didik juga diharapkan turut mengawasi perilaku anak-anaknya dan tidak sepenuhnya membebankan kepada pihak sekolah. Orang tua peserta didik juga diharapkan aktif dalam memberikan pandangan-pandangannya guna memajukan sekolah.
7.      Sarana Prasarana Pendukung yang Memadai.
Untuk memajukan mutu pendidikan disekolah, sarana dan prasarana pendukung sangatlah diperlukan. peserta didik akan menjadi lebih mudah dalam menyerap berbagai pelajaran disekolah dengan bantuan sarana prasarana yang ada. Apalagi saat ini merupakan era ICT, dimana para peserta didik akan semakin mudah memahami pelajaran-pelajaran dengan bantuan multimedia.
8.      Pengawasan Masyarakat Sekitar.
Pengawasan dari masyarakat sekitar merupakan bentuk dukungan untuk menciptakan sekolah yang baik. Jika sekolah tersebut berprestasi, ada baiknya masyarakat memberikan apresiasi. Bagitu pula sebaliknya, apabila sekolah tersebut memiliki citra negatif, ada baiknya masyarakat mengkritik kebijakan didalam sekolah tersebut atau mengadukannya ke Depdikbud.
9.      Dukungan Finansial
Faktor penting lainnya dalam menciptakan Manajemen Berbasis Sekolah yang baik adalah dukungan finansial. Semakin kuat dukungan finansialnya, maka kemungkinan terciptanya kemandirian sekolah akan semakin besar. Kita bisa mencontoh dari (sebagian) sekolah-sekolah swasta dinegeri ini yang memiliki reputasi manajemen baik dengan dukungan finansial yang kuat.
10.  Peran Pemerintah.
Peran pemerintah sangat vital didalam memajukan pendidikan nasional, dalam hal ini adalah dengan program School-Based Management. Pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan-kebijakan yang pro kepada pendidikan nasional seperti membuat kurikulum yang pro kepada siswa, mengimplemetasikan kebijakan 20% APBN untuk pendidikan, dan lain-lainnya.
Itulah pembahasan mengenai sepuluh strategi untuk menciptakan Manajemen Berbasis Sekolah yang baik. Kita semua Warga Negara Indonesia tentu berharap agar kebijakan program desentralisasi pendidikan ini bisa berjalan dengan baik dan benar, sehingga tujuan mulia untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional bisa segera tercapai.
B.     Prinsip-Prinsip MBS.
Teori yang digunakan MBS untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistempengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.
1.      Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality).
Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. MBS menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing. Karena kompleksnya pekerjaan sekolah saat ini dan adanya perbedaan yang besar antara sekolah yang satu dengan yang lain, misalnya perbedaan tingkat akademik siswa dan situasi komunitasnya, sekolah tak dapat dijalankan dengan struktur yang standar di seluruh kota, provinsi, apalagi Negara.
Pendidikan sebagai entisitas yang terbuka terhadap berbagai pengaruh eksternal. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bila sekolah akan mendapatkan berbagai masalah seperti institusi pada umumnya. Pada zaman yang kondisi lingkungan semakin kompleks, maka sekolah akan semakin mendapatkan tantangan permasalahan yang semakin kompleks pula.
Sekolah harus mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapinya dengan cara yang paling tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Walaupun sekolah yang berbeda memilki masalah yang sama, cara penanganannya akan berlainan antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lainnya.
2.      Prinsip desantralisasi (Principle Of Decentralisasi).
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern, prinsip desantralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desantralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desantralisasi dalam pelaksanaannya.
Prinsip ekuafinalitas yang dikemukakan sebelum mendorong adanya desantralisasi kekuasaan dengan mempersilahkan sekolah memeliki ruang yang lebih luas untuk bergerak, berkembang, dan bekerja menurut strategi-strategi unik mereka untuk menjalani dan mengelola sekolahnya secara efektif.
Oleh karena itu, sekolah diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk memecahkan masalahnya secara efektif dan sevepat mungkin ketika masalah itu muncul. Dengan kata lain, tujuan prinsip desentralisasi adalah efesiensi dalam memecahkan masalah, bukan menghindari masalah. Oleh karena itu, MBS harus mampu menemukan masalah, memecahkannya tepat waktu dan memberikan sumbangsi yang lebih besar terhadap efektifitas pengajaran dan pembelajaran. Tanpa adanya desentralisasi kewenangan kepada sekolah itu sendiri maka sekolah tidak dapat memecahkan masalahnya secara cepat, tepat, dan efesien.
3.      Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri.
MBS tidak mengingkari bahwa sekolah perlu mencapai tujuan-tujuan berdasarkan sesuatu kebijakan yang telah ditetapkan, tetapi terdapat berbagai cara yang berbeda-beda untuk mencapainya. MBS menyadari betapa pentingnya untuk mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri. Sekolah memiliki otonomi tertentu untuk mengembangkan tujuan pengajaran strategi manajemen, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, memecahkan masalah, dan mencapai tujuan berdasarkan kondisi mereka masing-masing. Karena sekolah dikelola secara mandiri maka mereka memiliki inisiatif dan tanggung jawab.
Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya yaitu prinsip ekuafinalitas dan prinsip desantralisasi. Ketika sekolah menghadapi masalah maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri, sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di astasnya ketingkat sekolah. Dengan adanya kewenangan di tingkat sekolah maka sekolah dapat melakukan  sistem pengelolaan mandiri.
4.      Prinsip Inisiatif Manusia (Principle Of Human Initiative).
Perspektif sumber daya manusia menekankan bahwa orang adalah sumber daya berharga di dalam organisasi sehingga poin utama manajemen adalah mengembangkan sumber daya manusia di dalam sekolah untuk untuk berinisiatif. Berdasarkan perspektif ini maka MBS bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat di ukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya.
Prinsip ini emngakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, emlainkan dinamis. Oleh karena itu, potensi sumber daya manusia harus selalu digali, ditemukan, dan kemudina dikembangkan. Sekolah dan lembaga pendidikan yang lebih luas tidak dapat lagi menggunakan istlah staffing yang konotasinya hanya mengelola manusia sebagai barang yang statis.
Lemabga pendidikan harus menggunakan pendekatanhuman resources development yang memiliki konotasi dinamis dan asset yang amat penting dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
C.     Faktor Pendukung Keberhasilan Implementasi MBS.
1.      Kepemimpinan dan Manjemen Sekolah yang baik.
MBS akan berhasil apabila ditopang oleh profesionalisme kepala sekolah atau madrasah dalam memimpin dan mengelola sekolah atau madarasah secara efektif dan efesien. Serta mampu menciptakan iklim organisasi yang kondusif untuk proses belajar mengajar.
2.      Kondisi sosial, ekonomi dan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.
Factor eksternal yang akan turut menetukan keberhasilan MBS adalah kondisi tingkat pendidikan orang tua siswa dan masyarakat, kemampuan dalam membiayai pendidikan, serta tingkat apresiasi dalam mendorong anak untuk terus belajar.
3.      Dukungan Pemerintah.
Factor ini sangat membantu efektifitas implementasi MBS terutama bagi sekolah atau madarasah yang kemampuan orangtua/masyarakatnya relative belum siap memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan, alokasi dan pemerintah dan pemberian kewenangan dalam pengelolaan sekolah menjadi penentu keberhasilan.
4.      Profesionalisme.
Factor ini sangat strategis dalam upaya menentukan mutu dan kinerja sekolah, tanpa profesionalisme kepala sekolah, guru, dan pengawas, akan sulit dicapai program MBS yang bermutu tinggi serta prestasi siswa.



Rokok Mentol Lebih Mematikan

tahukah anda wahai para perokok, bahwa rokok yang memiliki  rasa mentol bisa membunuh lebih cepat dari pada rokok biasa, semakin tinggi kadar mentolnya maka semakain besar pula peluang anda untuk mendapatkan yang namanya kematian.
rokok rasa mentol kemungkinan terasa lebih nikmat, tapi sebuah sebuah penelitian menyatakan bahwa rokok jenis ini mengakibatkan kerusakan paru-paru yang lebih parah.
sekilas, perokok rasa mentol tidak banyak batuk-batuk seperti perokok biasa. mereka juga terlihat tidak banyak berdahak dan jarang menggunakan obat untuk melegakan pernafasan.
namun hasil penelitian Dr. Marilyn Foreman dan rekan dari Morehouse school of Medicine di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa perokok rasa mentol lebih banyak yang dilarikan kebagian gawat darurat, banyak menginap dirumah karena penyakit yang parah.
nah bagi anda yang tidak ingin menginap di rumah sakit dalam waktu yang lama, maka jauhilah rokok sebisa mungkin, karena rokok jenis ini mati rasa pada saluran pernafasan, sehingga mereka membutuhkan waktu yang kebih lama, bahwa mereka menderita penyakit yang berbahaya.wallahu'alam bissawaf.

Think Before you Speak

LIDAH adalah Salah satu kenikmatan yang besar yang dianugerahkan Allah kepada hambaNya, padanya terdapat kebaikan yang banyak dan kemanfaatan yang luas bagi siapa yang menjaganya dengan baik dan mempergunakannya sebagaimana diharapkan syari’at. Dan padanya pula terdapat kejelekan yang banyak dan bahaya yang besar bagi siapa yang meremehkannya (membiarkannya) lalu digunakannya pada jalan atau tempat yang tidak semestinya.
Padahal Allah Ta’ala menciptakan lisan (lidah) itu tiada lain agar digunakan untuk dzikrullah (menyebut Asma Allah), membaca Al Quran, menasehati manusia dan mengajak mereka kepada jalan Allah dan ketaatan serta memperkenalkan kepada mereka tentang kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah SWT. 
Maka jika si hamba mempergunakan lidahnya untuk tujuan tersebut, maka dia tergolong orang yang bersyukur kepada Allah atas nikmat lidah itu sendiri.
Tapi jika sebaliknya, digunakan bukan pada jalan kebenaran seperti disebutkan diatas, maka dia adalah orang yang berbuat dholim lagi melampaui batas.
Kemudian ketahuilah, bahwa perkara lidah ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan, sebab dia adalah anggota tubuh yang dominan dalam dhohir manusia dan paling kuat dalam menyeret seorang hamba dalam kebinasaan, ini semua jika tidak dijaga dan dipaksa dengan tuntunan syari’at.
 Maka Rasulullah SAW sudah menasehati kita agar menjaga lidah dengan baik, minimal dengan jalan tidak banyak berbicara, selagi tidak bermanfaat atau tidak mengandung kebaikan, beliau SAW bersabda (yang artinya)
“ Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka berkatalah yang baik, atau (jika tidak), diamlah “. (HR. Bukhori dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):
“ Semoga Allah merahmati seseorang yang berbicara kebaikan maka dia beruntung, atau diam dari kejelekan maka dia selamat “.
Dan banyak riwayat yang sampai kepada kita tentang bahaya lidah ini, diantaranya, hadits Rasulullah saw (yang artinya):
“ Dan tidakkah nanti seseorang akan diseret ke neraka dengan wajah-wajah mereka (di tanah), terkecuali itu karena ulah lidah-lidah mereka “ (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Dalam hadits yang lain disebutkan (yang artinya):
“ Setiap pembicaraan anak adam adalah (saksi yang) memberatkannya, bukan untuk kebaikannya, kecuali Dzikrullah, Amr Ma’ruf dan Nahi Munkar “.
Rasulullah SAW bersabda pula (yang maknanya):
 “ Sungguh ada seorang hamba berbicara dengan satu kalimat, dimana ketika mengucapkannya dia tidak perduli (dengan cuek), tapi berkat satu kalimat itu justru dia terjun ke neraka lebih jauh daripada jarak bintang Tsurayya “.
Maka lidah itu "ibarat pedang yang tajam", jika tidak dijaga dengan baik akan membinasakan orangnya, ibarat binatang buas, jika si hamba lengah sedikit maka dia akan menyambar dan mencabiknya dan LIDAH "ibarat juru bicara hati", yang ada disana dilontarkan olehnya, yang terpendam disana ditampakkan olehnya. Maka orang yang sholeh akan diketahui dari cara bicaranya atau pembicaraan yang disampaikannya demikian pula orang jelek akhlaknya dan kaku perangainya dapat diketahui dari apa yang keluar dari lidahnya.

Hal mana seperti dikatakan oleh imam Hasan Al Basri :
“ Sesungguhnya lidah orang mukmin berada dibelakang hatinya, apabila ingin berbicara tentang sesuatu maka dia merenungkan dengan hatinya terlebih dahulu, kemudian lidahnya menunaikannya, Sedangkan lidah orang munafik berada di depan hatinya, apabila menginginkan sesuatu maka dia mengutamakan lidahnya daripada memikirkan dulu dengan hatinya “.
KETAJAMAN LIDAH MENGALAHKAN KETAJAMAN PEDANG yang mampu membelah besi dan & penghancur (perusak)nya sangat kuat mengalahkan cuka dalam merusak madu yang manis, seperti diriwayatkan Ibnu Abi Dunya, Rasulullah Swt bersabda :
“ Tidak ada satupun jasad manusia, kecuali pasti kelak akan mengadukan lidah kepada Allah atas ketajamannya “.
Beliau SAW bersabda pula :
“ Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya “ (HR. Ath Thabarani, Ibnu Abi Dunya dan Al Baihaqi)
KEUTAMAAN MENJAGA LIDAH
Al Imam Al Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata :
“ Ketahuilah bahwa lidah bahayanya sangat besar, sedikit orang yang selamat darinya, kecuali dgn banyak diam “.
Oleh sebab itu, Pembuat syari’at memuji dan menganjurkan diam,

Nabi Muhammad SAW bersabda (yang artinya):
“ Barang siapa yang diam, pasti dia selamat “ (HR. At Tirmidzi)
Luqman Al Hakim berkata :
“Diam itu adalah kebijaksanaan, namun sedikit sekali orang yang melakukannya”.
Abdullah bin Sufyan meriwayatkan dari ayahnya, dia berkata :
”Aku berkata kepada Rasulullah SAW, wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang islam, dengan suatu perkara yang aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain sesudahmu.”

Nabi saw bersabda:
”Katakanlah, aku beriman, kemudian istiqamahlah”. Dia berkata: “Lalu apakah yang harus aku jaga?”,
kemudian Rasulullah saw mengisyaratkan dengan tangan beliau ke lidah beliau. (HR. At Tirmidzi, An Nasa’I dan Ibnu Majah).

Uqbah bin ‘Amir bertanya kepada Rasulullah SAW: “ Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan?”,
Nabi SAW menjawab:
“Tahanlah lidahmu, tinggallah di rumahmu (jangan banyak keluar) dan tangisilah kesalahanmu”. (HR.At Tirmidzi)
Mu'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah Saw: “ Wahai Rasulullah perbuatan apakah yang paling utama?”,
".... kemudian Rasulullah menjulurkan lidah beliau yang mulia lalu meletakkan jemarinya diatasnya dengan mengisyaratkan agar menjaganya.
Sahl bin Sa’ad meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw, dimana beliau bersabda (yang artinya) :
“ Siapa yang menjamin untukku (agar menjaga) apa yang ada diantara dua janggutnya (lidah) dan yang ada diantara dua kakinya (kemaluan), maka aku menjamin untuknya surga “ (HR. Bukhori)
Rasulullah Saw bersabda (yang artinya):
“ Siapa yang menahan lidahnya pasti Allah menutupi auratnya, siapa yang dapat menahan amarahnya pasti Allah melindunginya dari siksaNya, dan siapa meminta ampun kepada Allah, Dia pasti menerima permohonan ampunannya “ (HR. Ibnu Abi Dunya).
Beliau Saw bersabda pula :
 “ Simpanlah lidahmu kecuali untuk kebaikan, karena dengan demikian kamu dapat mengalahkan syaitan “ (HR. Ath Thabarani dan Ibnu Hibban).
maka dari itu wahai saudaraku, marilah kita saling menjaga lisan kita, seperti perkataan salah satu tokoh sejarah dunia, orang yang pintar dia akan diam dan tidak akan banyak bicara, sedang kan orang yang bodoh dia akan bicara tanpa berfikir.wallahu 'alam bissawab 

Belajar Berdagang

Seorang anak TK memiliki hobi melukis, lukisannya itu disukai oleh teman-temannya dan banyak diantara mereka yang meminta hasil karya itu, lalu terfikir oleh si anak itu untuk menjual lukisannya. ternyata teman-temannya  tidak keberatan menyisihkan uang jajan untuk membelinya.
betapa senangnya si anak itu mendapatkan uang hasil penjualan karyanya, ia makin semangat menggambar, uang hasil penjualan gambarnya ia belikan lagi kertas dan pensil warna.
tetapi beberapa hari kemudian, ia kaget dipanggil oleh ibunya dengan suara yang keras, sang ibu mendengar kabar bahwa anaknya menjual gambarnya pada teman-temannya. si ibu merasa malu karena khawatir orang lain beranggapan bahwa anaknya tidak diberi uang jajan, sehingga terpaksa menjual lukisannya.
si anak merasa sedih mendengar apa yang disampaikan ibunya, hal yang paling mengecewakan dan membuatnya marah katika ia disuruh mengembalikan semua uang yang telah ia terima dari teman-temannya, betapa ia malu harus mendatangi satu demi satu temannya dan mengembalikan uang yang telah ia terima.
kisah tersebut dicertakan oleh seorang ayah yang telah memiliki dua orang anak dan merasa selalu kesulitan dalam hal keuangan. ia merasa tak bisa dan tak berbakat dalam berbisnis atau wirausaha. ketika ia mengingat pengalaman masa kecilnya, ia langsung mengambil kesimpulan "mungkin pengalaman dimarahi ibu saat menjual gambar itulah yang membuat saya trauma bergelut di dunia wirausaha".
kisah diawal mengingatkan kita pada kecendrungan masyarakat indonesia yang umumnya tidak mendukung anak-anaknya berprofesi menjadi pengusaha, saat ini indonesia hanya  memilki 1,56% wirausaha dari total penduduknya, sedangkan amerika sekitar 12%, jepang 10%, dan singapure 7%.
diakui bahwa sitem pendidikan di indonesia pun kurang menanamkan kesadaran berwirausaha, akibatnya, para lulusan negeri ini di anggap pandai membuat perencanaan namun sulit mengimplementasikannya di dunia nyata.
jika kita tengok sirah Rasulullah SAW, beliau sudah menjadi pengembala sejak usia 8 tahun, dan sudah ikut berdagang pada usia 12 tahun, di usia 17 tahun, beliau sudah memimpin sebuah ekspedisi perdagangan keluar negeri, dalam buku Muhammad A Trader, Alzalurrahman menyebutkan, prestasi rasulullah dalam dunia bisnin sangat luar biasa. ekspedisi perdagangannya telah mengarungi 17 negara, sehingga dikenal luas khususnya di yaman, syiria, yordania dan iraq.
meneliti kisah hidup rasulullah sang teladan, sudah sepantasnya orang tua, memberikan dukungan bagi anak-anaknya untuk berwirausaha, sejak anak pra-sekolah biarkan anak-anak bermain peran sebagai pedagang, sekolah yang mengerti pentingnya menumbuhkan jiwa berniaga bisa menyelenggarakan semacam market day, di mana anak-anak boleh berjualan, orang tua dan teman-temannya bisa membeli karya mereka baik berupa makanan maupun kerajinan.dengan dukungan dirumah dan disekolah semangat anak-anak untuk mandiri dan berlatih wirausaha akan terbangun.
"sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang lelaki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur"(HR.Ahmad, Al-Bazzar, dari Ibnu 'Umar).sumber(suara Hidayatullah)

mengajarkan nilai kebaikan

persaingan disekolah atau didunia pendidikan, kadang membuat anak stress, seperti bagaimana mendapatkan nilai yang tinggi, mempertahankan rangking 1, dan bagaimana supaya lulus disekolah favorit ?, karena itu orang tua untuk selalu mengingatkan tentang apa sebenarnya tujuan dari pendidikan.
Dr. Adian Husain merujuk pendapat tokoh pendidikan ternama, syeikh Muhammad Naquib Al-Attas, mengatakan bahwa pendidikan bertujuan melahirkan orang saleh atau good man, yaitu manusia yang memilki berbagainilai keutamaan dalam dirinya, manusia yang beradab adalah manusia yang mengenal tuhannya, mengenal dan mencintai nabinya, menjadinkan nabi sebagai Uswatun Hasanah, menghormati para ulama sebagai pewaris nabi memahami dan meletakkan ilmu sebagai tempat yang terhormat-paham mana ilmu yang fardhu 'ain, dan mana yang fardhu Kifayah, juga mana ilmu yang bermanfaat dan mana ilmu yang merusak. selain itu, juga memahami dan mampu menjalankan tugasnya sebagai Khalifatullah fil  ardhi dengan baik.
ada kisah menarik, ibunda Andul Qadir Jailani mengantarkan anak semata wayangnya yang masih relatif kecil untuk belajar jauh kenegeri seberang dan dititipkan pada kafilah yang hendak berdagang, ia mengatakan "berjalanlah engkau kedepan dan jangan menengok kebelakang, kita akan bertemu disurga". kata-kata itu membuat niat sang anak tegar ketika berangkat menuntut ilmu.
ayah, bunda, penting sekali untuk terus memotivasi dan meluruskan niat anak-anak kita dalam menuntut ilmu. semoga kita bisa.. amiiinn #wallahu a'lam bish-shawab