Dahulu ada seorang anak berusia
16 tahun yang mempunyai dua orang saudari, dan tinggal bersama orang tuanya dan
jauh di pedalaman dan tidak memiliki
tetangga, tak heran bila dia dan dua saudara perempuannya sangat senang bila
ada kesempatan pergi kekota, untuk mengunjungi teman atau menonton dibioskop,
suatu hari ayah meminta dia untuk mengantarkan ayahnya kekota untuk menghadiri
konfrensi sehari penuh dan anak itupun merasa sangat gembira dengan kesempatan itu.
Karena tahu dia akan pergi kekota ibu memberikan daftar belanja yang ia
perlukan selain itu ayah juga meminta dia untuk mengerjakan beberapa pekerjaan
yang lama tertunda seperti memperbaiki mobil dibengkel.
Pagi itu setiba ditempat konfrensi ayahnya berkata “ayah
akan menunggu kamu disini jam 5 sore, lalu kita akan pulang kerumah
bersama-sama, dan sekarang kamu pergilah kebengkel”. Segera saja pemuda
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayahnya. Kemudian, karena
waktu banyak tersisa pemuda itupun pergi kebioskop, karena terpikat cerita film
di bioskop sehingga pemuda itu lupa akan waktu, begitu ingat waktu sudah
menunjukkan pukul 17.30 langsung saja dia berlari menuju bengkel mobil dan
langsung menjemput ayahnya yang sedari tadi sudah menunggunya, saat itu hampir
jam 6 sore, dan dengan gelisah ayah menanyai anaknya, “kenapa kamu terlambat ?”
pemuda itu sangat malu untuk mengakui kalau tadi dia pergi menonton film,
sehingga ia hanya menjawab “ eeh...anu.. tadi mobilnya belum selesai yah, sehingga
saya harus menunggu lama”, padahal, tanpa sepengetahuan pemuda tersebut ayahnya
telah menelpon bengkel mobil itu, dan ayahnya sudah mengetahui kalau anaknya
berbohong, lalu ia berkata,”ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kamu nak,
sehingga kamu tidak memiliki keberanian, untuk menceritakan kebenaran kepada
ayahmu sendiri, dan untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang
kerumah dengan berjalan kaki sepanjang
18 mil dan akan memikirkanhal ini dengan baik-baik” lalu ayah mulai berjalan kaki
pulang kerumah padahal hari sudah gelap sedangkan jalanan sama sekali tidak
rata, pemuda tersebut tidak bisa meninggalkan ayahnya begitu saja, maka selama
5 setengah jam pemuda mengenderai mobil pelan-pelan dibelakang ayahnya, melihat
penderitaan yang alami ayahnya, hanya karena kebohongan bodoh yang dia lakukan.
lalu apa akibat yang terjadi pada si anak, tentu saja si anak akan belajar dari peristiwa yang dialaminya dan dia tidak pernah berbohong lagi, dan anaknya selalu mengingat apa yang terjadi seolah-olah pristiwa tersebut baru terjadi kemarin. padahal, andai saja ayahnya mau untuk menghukum anaknya seperti orangtua pada umumnya, pastilah sudah ia lakukan, akan tetapi tidak demikian, jika ayahnya memberinya hukuman, seperti yang dilakukan orangtua pada umumnya, anaknya tidak akan mendapatkan pelajaran yang berharga, yang didapatkan sang anak hanya rasa sakit dan benci terhadap apa yang telah dilakukan ayahnya. dan mungkin anaknya melakukan hal yang sama secara terus menerus.
dan satu hal yang harus kita sadari sebagai orangtua, pendidik, atau siapapun kita, hukuman itu tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk kekerasan.
semoga kita mampu mengambil hikmah dari cerita diatas..









